Peran Doa Sehari-Hari untuk Anak

By Admin 06 Agu 2020, 08:34:48 WIB Agama
Peran Doa Sehari-Hari untuk Anak

Di era modern seperti sekarang ini doa sehari-hari memang sering terlupakan dan disepelakan. Semakin canggih dan majunya perkembangan media mapun teknologi yang ada terkadang juga membawa pengaruh negatif bagi anak-anak. salah satu pengaruh negatif yang terlihat yaitu terkikisnya moral anak bangsa. Hal ini terlihat dari terkikisnya kebiasaan untuk melafalkan doa-doa sehari. Hal ini tidak dapat kita pungkiri bukan? Meskipun sering dianggap remah akan tetapi, melafalkan doa sehari-hari merupakan salah satu hal yang dapat menjadi perisai kita untuk menghadapi budaya-budaya yang merusak moral dan tidak sesuai dengan syariat islam.

Melafalkan doa sehari-hari ini sebenarnya dapat diterapkan kepada anak sejak usia dini. Pengenalan doa-doa sehari ini dapat dimulai dengan doa yang paling mudah seperti doa sebelum tidur dan sebelum makan. Orang tua dapat melatih kebiasaan ini sejak anak berusia 2 tahun, dengan harapan ketika anak beranjak dewasa anak sudah mampu menghafal doa-doa tersebut dan terbiasa untuk melafalkannnya. Hal ini juga sesuai dengan usia keemasan yang dimiliki oleh anak usia dini atau biasa disebut dengan golden age.

Dalam standar perkembangan dasar anak usia 0-6 tahun dijelaskan bahwa pada usia 1-2 tahun anak mampu menegerti isyarat dan perkataan orang lain serta mengucapkan keinginannya secara sederhana dengan indikator pencapaian mulai bereaksi terhadap perintah sederhana, dapat mengucapkan kalimat yang terdiri dari dua suku kata, serta menunjukan ketertarikan terhadap buku maupun media cetak. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi para orang tua untuk mulai mengenalkan anak dengan doa sehari-hari kepada anak sejak usia dini meskipun perlahan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa penting untuk memberikan stimulus atau rangsangan yang baik pada tahapan golden age ini, karena pada tahapan ini karakter seorang anak dapat dibentuk berdasarkan rangsangan yang diterimanya (Musabikin, 2010).

Kegiatan berdoa juga tidak terlepas dengan pendidikan agama bagi anak usia dini. Melalui kegiatan berdoa, orang tua maupun guru bisa mengenalkan anak tentang pemahaman agama dan moral secara sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengasah perkembangan anak pada aspek kognitif, bahasa maupun moral dan agama.

Pendidikan anak dalam islam merupakan perkara yang amat penting. Hal ini telah tertera dalam ayat suci Al-Qur'an. Mengenalkan pemahaman agama pada anak usia dini juga tak kalah penting untuk diperhatikan oleh para orang tua maupun pendidik.

Melalui kegiatan berdoa inilah anak dapat memiliki pandangan sederhana mengenai sebuah agama. Akan tetapi, realita yang ada pada zaman modern seperti sekarang ini menunjukan bahwa membaca doa sehari-hari bukanlah hal yang dianggap penting oleh sebagaian masyarakat.

Hal ini terbukti dengan banyaknya anak usia dini maupun orang dewasa yang  tidak berdoa sebelum tidur. Parahnya, kebiasaan tidak berdoa ini kemudian dianggap menjadi sebuah hal yang sepele. Padahal seperti yang telah kita ketahui bahwa doa adalah salah satu pelindung atau perisai diri kita terhadap segala macam marabahaya baik yang datang dari luar dirikita maupun dari dalam diri kita. (Handiyanto, 2010)

Berdoa juga sangat penting guna memperkuat kesehatan mental, baik untuk penyembuhan, pencegahan maupun untuk pembinaan. Jika anak mampu, mau dan pandai berdoa, insyallah mental anak dapat dipertahankan. Selanjutnya ketentraman dan kebahagiaan hidup akan dapat diraih. Oleh sebab tersebut, membaca doa merupakan salah satu sarana untuk menjaga mental anak terhadap pengaruh-pengaruh buruk dari budaya luar. Melalui berdoa kita dapat menanamkan keimanan pada anak khususnya iman kepada Allah SWT. Apabila anak sehari-hari dan mampu mengamalkannya setiap hari maka hal itu bisa membentuk akhlak yang baik bagi anak.

Jadi, mulai saat ini mari biasakan untuk membaca doa sehari-hari untuk sang buah hati ya bunda. Tapi, sebelum membiasakan sang buah hati jangan lupa juga untuk membiasakan diri kita sendiri dengan berdoa sebelum melakukan segala sesuatu agar kelak kita bisa menjadi tauladan yang baik bagi sang buah hati. Selamat mencoba dan semoga bermanfat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya...

Sumber : Kompasiana.com 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook